Perpisahan Ibu DH

“Bukan Perpisahan Yang Aku Tangisi, Tapi Pertemuan-lah Yang Aku Sesali” Begitulah sebuah kalimat yang sering keluar ketika ada seseorang yang akan berpisah dengan kita. Sepertinya menyesali sebuah pertemuan. Tapi itu lah “HIDUP”. Semuanya saling berpasangan di dunia ini. Ada Siang-Malam, Jahat-Baik, juga Pertemuan, pasti ada Perpisahan.

Begitu juga dengan acara perpisahan seorang guru SPENSA yang sudah mencapai usia pensiun dari profesinya menjadi seorang guru. Adalah Ibu DUMA SARI HARAHAP, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Ibu DH, pada tanggal 24 Juli 2010 kemarin mengadakan acara perpisahan dengan kepala sekolah, guru, staf dan pegawai tata usaha SPENSA.

Acara dilaksanakan di Aula SPENSA yang sudah di dekorasi dengan indah, lengkap dengan makanan yang sudah terhidang di meja. Acara dimulai dengan ucapan selamat berpisah dari Bapak JS yang mewakili Pengurus Sosial SPENSA. Kemudian dilanjutkan dengan ucapan selamat berpisah dari Ibu ED yang mewakili guru-guru SPENSA.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan acara pemberian cinderamata/kenang-kenangan yaitu berupa sebuah “CINCIN” kepada Ibu DH, yang diwakili pemberiannya oleh Ibu ST, Ibu NH, Ibu RP dan Bapak AA. Pemberian cinderamata juga diserahkan oleh siswa SPENSA.

Acara dilanjutkan dengan kata sambutan dari Ibu DH. “Terima kasih kepada Bapak Kepala Sekolah, guru-guru, staf tata usaha dan perwakilan siswa, yang telah menyiapkan acara perpisahan ini dan cinderamata yang diberikan. Alhamdulillah, saya bersyukur dan bahagia sudah sampai ke finish dengan SEHAT. Saya mulai mengajar di SPENSA mulai tahun 1972 sebagai guru honorer, dan alhamdulillah pensiun juga di SPENSA tahun 2010 ini. Harapan saya, biarpun kita berpisah secara tugas, tapi secara kekeluargaan, hendaknya tidaklah putus sampai disini.” Begitulah kira-kira sambutan dari Ibu DH.

Kata sambutan berikutnya yaitu dari Bapak Kepala SPENSA, Bapak DK. “SELAMAT kepada Ibu DH yang telah sehat sampai di finish. Kalau saya pribadi, sekarang usia saya 53 tahun, 7 tahun kemudian belum tentu saya sehat sampai di finish. Semuanya sudah di tentukan sama yang di Atas. Orang sehat itu kalau berpikiran sehat, dengan tidak memikirkan punya orang lain. Sehingga hati kita akan menjadi tenang. Itu termasuk sebuah resep “AWET MUDA”. Harapan saya kepada Ibu DH agar SILATURRAHIM tetap masih terjalin terus dan saya MOHON MAAF sebagai pimpinan.”

Lalu acara ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh Bapak HB, dilanjutkan dengan acara makan siang bersama.

Selamat berpisah Ibu DH…..

Segala ILMU dan NASEHAT yang pernah ibu berikan akan menjadi MOTIVASI bagi kami semua untuk terus memberikan yang TERBAIK buat bangsa dan negara.

Semoga Allah Azza Wa Jalla selalu memberikan kesehatan kepada ibu dan keluarga….AMIN

Berikut adalah beberapa moment yang berhasil di abadikan :

Salam

Pos ini dipublikasikan di Kabar dari SPENSA. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Perpisahan Ibu DH

  1. muhammadauliafarhan berkata:

    BAGUS seklia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s