Lebih Jauh Tentang Ngabuburit

Apa sich Ngabuburit itu..??? Ngabuburit berasal dari bahasa sunda ‘burit‘ yang artinya adalah ‘petang‘. Petang sendiri adalah dimaksudkan untuk menyebutkan waktu peralihan antara sore menjelang malam. Saat petang itulah kumandang adzan Maghrib diperdengarkan.

Seiring dengan perkembangan zaman, ngabuburit mengalami pergeseran budaya. Masyarakat yang malas menyiapkan hidangan buka puasa, cukup pergi ke tempat-tempat ngabuburit yang semakin mewabah dimana-mana.

Di setiap sudut kota kini diramaikan dengan para penjaja makanan juga minuman. Aneka jajanan, minuman dan makanan yang menyelerakan tersebut ditawarkan dengan tampilan yang menarik, sehingga mampu menggoda para konsumen pembeli. Mulai dari yang bercitarasa tradisional seperti toge panyabungan, urap, anyang, serabi hingga somay. Bagi yang memiliki uang tentu hal ini bukan masalah, karena bagi mereka yang utama selera seharian berpuasa bisa terpuaskan dengan makanan kesukaan.

Ngabuburit dalam kajian agama sebenarnya akan lebih baik jika digunakan untuk tadarrus (membaca) Al-Qur’an, baik dilakukan secara sendiri di rumah, atau secara bersama-sama di masjid-masjid, mengadakan pengajian sebelum berbuka. Karena tujuan para tetua membuat acara ngabuburit ini memanglah untuk anak-anak atau remaja putra putri.

Namun, ada juga yang menyalahgunakan saat ngabuburit, karena saat ini para remaja banyak menikmati masa ngabuburit atau katakan saja abg-abg dengan modal dandanan menor dan bergaya norak.

Mereka sengaja mencari popularitas sesaat sebelum berbuka. Bahkan yang lebih parah, ada yang mengisinya dengan adu ketangkasan seperti balap motor. Ini sungguh disayangkan karena makna menunggu berbuka itu menjadi rusak. Apalagi disertai dengan taruhan, sungguh sesuatu yang amat disayangkan.

Karena kaum remaja muslim dan muslimah seharusnya memberi contoh dan panutan bagi remaja lainnya.

Lebih menyedihkan lagi, tak sedikit pula remaja sekarang ngabuburit dengan jalan berduaan dan bergandengan tangan, duduk berduaan dengan sang pacar. Padahal, sebenarnya mereka sadar dan paham perbuatan  mereka sungguh menodai makna dari bulan suci itu sendiri dan ini mengurangi pahala puasa bahkan membuat puasa mereka batal.

So guys, ngabuburit akan selalu terasa lebih nikmat jikalau kita mengisinya dengan mengikuti pengajian, pesantren kilat, tadarus Al-Qur’an, diskusi, atau sekedar membaca buku.

Semoga ya…🙂

sumber : Harian Waspada, Minggu 14-08-2011


Pos ini dipublikasikan di Tahukah Anda...?. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s